Tuesday, 2 February 2016

Seberapa sering flu babi terjadi pada babi ? (7f6ds7df6s7)



Seberapa sering flu babi terjadi pada babi ?
Virus flu babi H1N1 dan H3N2 merupakan endemik pada populasi babi di
Amerika Serikat dan sudah biasa ditangani di kalangan industri ternak babi di
sana. Penularan flu pada populasi babi cenderung terjadi pada cuaca dingin
dan kadang-kadang pada saat penggabungan babi yang baru datang ke
kelompok babi yang rentan. Penelitian menunjukkan bahwa virus H1N1 bisa
terjadi pada populasi babi di seluruh dunia, dengan 25% menunjukkan bukti
berupa adanya antibodi. Di Amerika Serikat, penelitian menunjukkan 30% dari
populasi babi mempunyai antibodi sebagi bukti mereka pernah terjangkit virus
H1N1. Infeksi manusia oleh virus H1N1 jarang terjadi. Saat ini belum ada cara
untuk membedakan antibodi yang muncul akibat vaksinasi flu babi dengan
antibodi yang muncul akibat infeksi virus flu babi H1N1 yang sesungguhnya.
H1N1 telah diketahui beredar pada populasi babi sejak 1930, sedangkan
virus flu babi H3N2 baru mulai diketahui beredar sejak 1998. Virus H3N2
awalnya masuk ke populasi babi dari manusia. Virus H3N2 sekarang,
berhubungan erat dengan virus H3N2 yang ada pada manusia.
BACA SELENGKAPNYA >>

Mengapa neutropenia perlu diwaspadai? (67d6a7sd67a6d)



Mengapa neutropenia perlu diwaspadai?

Neutropenia atau menurunnya jumlah sel darah putih secara
drastis sangat berbahaya. Sel darah putih bertanggungjawab
untuk melawan infeksi. Jumlah sel darah putih yang rendah
berarti sistem kekebalan tubuh Anda tidaklah sekuat yang
seharusnya dan terjadi peningkatan risiko infeksi sehingga terjadi
penghentian kemoterapi Anda.
Neutropenia bisa terjadi tanpa terdeteksi, tetapi umumnya bisa
diketahui saat seorang pasien mengalami infeksi berat. Beberapa
gejala umum neutropenia diantaranya demam, infeksi yang kerap
terjadi, sariawan, diare, rasa terbakar saat kencing, adanya
pembengkakan dan/atau rasa sakit yang tidak lazim saat luka,
serak di tenggorokan, nafas yang tersengal-sengal dan rasa
dingin yang menggigil.
Pasien dinyatakan menderita neutropenia kronis bilamana ia
mengalaminya selama lebih dari 3 bulan. Semakin lama Anda
mengalami neutropenia, risiko terkena infeksi makin tinggi
dan bisa menyebabkan penundaan kemoterapi yang bisa
membahayakan jiwa.
BACA SELENGKAPNYA >>

Catatan tentang penyebaran flu babi antar manusia (fyd7f6s7f7s)



Catatan tentang penyebaran flu babi antar manusia
Pada bulan September 1988, seorang ibu hamil yang sebelumnya sehat,
dirawat di rumah sakit dengan pneumonia dan kemudian meninggal 8 hari
setelahnya. Ternyata virus flu babi H1N1 terdeteksi. Empat hari sebelum
sakit, pasien mengunjungi pekan raya dengan banyak babi di dalamnya,
dengan penyebaran Influenza Like Illnes (selanjutnya disingkat ILI) pada
populasi babi tersebut.
Pada penelitian lanjutan, 76% dari pengunjung pekan raya tersebut
mempunyai antibodi terhadap flu babi di dalam tubuhnya namun tidak ada
gejala penyakit serius pada kelompok ini. Penelitian tambahan membuktikan
bahwa sepertiga petugas kesehatan yang melakukan kontak dengan
penderita juga terjangkiti ILI sedang yang dibuktikan dengan adanya antibodi
terhadap infeksi flu babi dalam tubuh mereka.
BACA SELENGKAPNYA >>

Bisakah manusia terinfeksi flu babi ? (d6sa7d57ad5)



Bisakah manusia terinfeksi flu babi ?
Virus flu babi umumnya tidak menginfeksi manusia. Tetapi nyatanya infeksi
sporadik terhadap manusia oleh virus flu babi telah terjadi. Umumnya, kasus
ini muncul pada orang yang melakukan kontak dekat dengan babi (misalnya
anak yang bermain dengan babi di pekan raya, atau pekerja di peternakan
babi). Namun terdapat juga bukti kasus bahwa seseorang dapat menularkan
virus flu babi ke manusia lainnya. Sebagai contoh, penularan flu babi yang
jelas pada populasi babi di Wisconsin tahun 1988 berentet pada banyaknya
manusia yang terinfeksi. Walaupun tidak mengakibatkan perjangkitan pada
seluruh komunitas manusia, terdapat bukti berupa munculnya antibodi akibat
penyebaran virus dari pasien kepada petugas kesehatan akibat kontak yang
dekat.
BACA SELENGKAPNYA >>

Bagaimana cara virus flu babi menyebar ? (sd6ad5a66s4)



Bagaimana cara virus flu babi menyebar ?
Virus influenza dapat menyebar dari babi ke manusia dan antar manusia.
Infeksi manusia oleh virus flu dari babi paling mungkin terjadi saat manusia
mengadakan kontak dekat dengan babi yang terinfeksi. Selain itu penyebaran
flu babi antar manusia juga bisa terjadi. Diduga flu ini menyebar dengan cara
yang sama seperti flu musiman, yang utamanya terjadi antar individu secara
langsung melalui bersin atau batuk oleh penderita. Kita juga dapat terinfeksi
dengan menyentuh benda yang mengandung virus dari seorang penderita,
lalu menyentuh mulut atau hidung.
BACA SELENGKAPNYA >>